Kini melayani integrasi SATUSEHAT untuk klinik dan apotek.Selengkapnya

Backup Data SIMRS dengan Aturan 3-2-1 agar Pelayanan Tidak Terhenti

Ketika server SIMRS rusak atau terkena ransomware, pelayanan rumah sakit bisa terhenti. Satu-satunya penyelamat adalah backup yang benar-benar bisa dipulihkan. Cara paling sederhana untuk memulainya adalah aturan 3-2-1.

Apa itu aturan 3-2-1

  • 3 salinan data: data utama di server, ditambah dua salinan backup.
  • 2 jenis media berbeda: misalnya disk di server backup dan media penyimpanan terpisah.
  • 1 salinan di lokasi lain: di luar gedung rumah sakit, misalnya penyimpanan cloud atau server di lokasi berbeda.

Tujuannya sederhana: satu kejadian, entah kebakaran, kerusakan perangkat, atau serangan, tidak boleh menghapus semua salinan sekaligus.

Seberapa sering backup dilakukan

Untuk database SIMRS, backup harian adalah batas minimum. Rumah sakit dengan transaksi tinggi sebaiknya mempertimbangkan backup beberapa kali sehari atau replikasi database. Pertanyaan kuncinya: berapa jam data yang rela hilang jika server rusak sekarang?

Lindungi backup dari ransomware

Ransomware modern sering mencari dan mengenkripsi file backup juga. Karena itu, minimal satu salinan sebaiknya tidak bisa diubah atau tidak terhubung terus-menerus ke jaringan rumah sakit.

Yang paling sering terlupa: uji pemulihan

Backup yang tidak pernah diuji belum tentu bisa dipakai. Jadwalkan uji pemulihan secara berkala: pulihkan backup ke server uji, lalu pastikan SIMRS bisa berjalan dengan data tersebut. Catat berapa lama prosesnya, karena angka inilah yang menentukan berapa lama pelayanan bisa terganggu saat bencana.

Langkah berikutnya

Periksa kondisi backup rumah sakit Anda hari ini: ada berapa salinan, di mana disimpan, dan kapan terakhir diuji. Jika belum yakin, tim kami bisa membantu lewat layanan keamanan data dan antivirus serta kontrak maintenance.